Rabu, 20 April 2016

E-COMMERCE

Istilah E-Commerce akhir-akhir ini banyak kita jumpai..

Istilah " perdagangan elektronik" telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI ntuk mengirim dokumen komesial seperti pesanan pembelian atau invoice secaara elektronik. Kemudian berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat. "perdagangan web"- pembelian barang dan jasa melalui world wide web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelnggan.

Pada awalnya, ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa E-Commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan.

Apa sih E-Commerce itu..??

E- Commerce kepanjangan dari Electronic Commerce adalah penjualan atau pembelian barang dan jasa, antara perusahaan, rumah tangga, individu, pemerintah, dan masyarakat atau organisasi swasta lainnya, yang dilakukan melalui komputer pada media jaringan. 

Barang-barang dan jasa di pesan melalui jaringan tersebut, tetapi pembayaran dan pengiriman barang atau jasa dapat dilakukan di akhir atau offline.

Kemudian apa Bedanya Dengan E- Business?
pengertian E- Business sendiri adalah proses dimana sebuah organisasi atau perusahaan bisnis melakukan proses tersebut pada saluran jaringan pada sebuah media elektronik

Dari pengertian tersebut dapat kita simulkan bahwa E-Commerce merupakan bagian dari E-Business, tetapi E-Business tidak terbatas pada pengadaan dan kegiatan penjualan.

Faktor-faktor pendukung E-Commerce

Muncul dan berkembangnya aplikasi dan layanan e-commerce tidak terlepas dari hal-hal berikut :
  1. Perkembangan teknologi informasi, terutama akses internet yang semakin terjangkau
  2. Perkembangan perangkat keras komputer (komputer destop, komputer jinjing, perangkat mobile) untuk mudah terhubung kedalam jaringan internet.
  3. Perkembangan perangkat lunak komputer dalam bentuk aplikasi dan sistem informasi yang memungkinkan pengguna untuk semakin mudah dalam mengoperasikan komputer.
  4. Perkembangan jaringan komputer yang makin meluas dan andal, termasuk juga keamanan didalam jaringan
  5. Gaya hidup masyarakat, terutama masyarakat perkotaan besar yang ingin dimudahkan dalam hal berbelanja secara online.
  6. Dukungan dari pihak lain seperti bank, yang memberikan fasilitas transaksi secara online  
Jenis- Jenis Transaksi E-Commerce
E-commerce memiliki berbagai macam jenis transaksi dalam menerapkan sistemnya. Jenis-jenis transaksi E-Commerce diantaranya sebagai berikut :
  1. Collaborative Commerce (C-Commerce)
  2. Collaborative Commerce yaitu kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerjasama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalu penyediaan barang (supply chain)
  3. Bussiness to Bussiness (B2B)
  4. E-Commerce tipe ini meliputi transaksi antarorganisasi yang dilakukan di electronic market. Bussiness to Bussiness memiliki karakteristik :
    • Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan denan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal rekan komunikasi, jenis informasi yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
    • Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan frmat data yang sudah disepakati bersama.
    • Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus nunggu partnernya.
  5. Bussiness to Customers (B2C)
  6. Bussiness to Customer yaitu penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu
  7. Customer to Bussiness (C2B)
  8. Dalam C2B konsumen memberitahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen. Contohnya di priceline.com, dimana pelngan menyebutkan produk dan harga yang diinginkan, dan priceline mencoba menemukan pemasok yang memenuhi kebutuhan tersebut.
  9. Customer to Customer (C2C)
  10. C2C atau konsumen menjual secara langsung ke konsumen lain atau mengiklankan jasa pribadi di Interet. Dalam C2C seseorang menjual produk atau jasa ke orang lain. Dapat juga disebut sebagai pelanggan ke pelanggan, yaitu orang yang menjual produk atau jasa ke satu sama lain.
Layanan E-Commerce

Layanan E-commerce dikelompokan menjadi 14 layanan e-commerce :

  1. Product management
  2. Produk management terkait dengan fitur dan layanan e-commerce untuk manajemen produk barang dan jasa yang diperjual belikan secara online.
  3. User management
  4. User manajemen terkait dengan fitur dan layanan ecommerce untuk manajemen user didalam aplikasi manajemen
  5. Cross sell and up sell
  6. Terkait dengan layanan e-commerce dalam penawaran produk oleh penjual, cross sell lebih menekankan pada penawaran variasi produk, sementara up sell lebih menekankan pada penjualan produk dengan versi terbaik dari suatu produk
  7. Catalog management
  8. Terkait dengan layanan e-commerce yang memungkinkan untuk dilakukan manajemen katalog barang yang di jual secara online
  9. Content management
  10. Terkait dengan manajemen konten aplikasi web terutama website ecommerce yang memudahkan penjual dalam mengatur isi konten aplikasi e-commerce
  11. Order management
  12. Terkait dengan fasilitas aplikasi e-commerce dalam pelayanan pemesanan barang yang dijual
  13. Inventory management
  14. Terkait dengan layanan e-commerce dalam manajemen persediaan barang (stok barang dan return barang) dan termasuk biaya didalamnya.
  15. Payment service
  16. Terkait dengan layanan e-commerce dalam manajemen pembayaran pada transaksi
  17. Personalization
  18. Layanan e-commerce yang membantu konsumen dalam memilih barang yang tersedia secara personalisasi atau pribadi dan mandiri.
  19. Compaign management
  20. Layanan ecommerce yang memungkinkan dilakukan marketing manajemen dalam bentuk iklan, publikasi, kampanye terhadap toko atau perusahaan penyedia barang dan jasa.
  21. Loyality management
  22. Loyality management merupakan layanan yang memungkinkan pemilik usaha berinteraksi dengan konsumen dalam hal saran, keluhan, dan masukan dari konsumen.
  23. Costumer service
  24. Custumer service merupakan layanan kepada para pelanggan berupa layanan kontak, email, chating, video chat dan lain-lain
  25. Search service
  26. Layanan yang umumnya disediakan untuk kemudahan bagi para pembeli dalam mencari suatu produk.
  27. Report and data analysis
  28. Layanan yang disediakan oleh aplikasi e-commerce kepada pemilik toko yang memungkinkan memperoleh laporan serta analisis terhadap barang dan jasa yang tawarkan
Definisi E-Bussiness

Istilah e-business muncul setelah adanya fenomena mengenai e-commerce di internet, IBM (www.ibm.com) merupakan perusahaan yang pertama kali mencetuskan istilah e-business, berikut beberapa defenisi dari e-business :

Menurut IBM, e-business merupakan bentuk transformasi dari key business process kedalam pemanfaatan internet, key business meliputi segala proses dari suatu bisnis berupa riset produk dan pasar, pengembangan produk, penjualan dan pemasaran (marketing), produksi (manufaktur) dan lain-lain, yang mana semua hal terkait ecommerce telah tercakup didalamnya.

E-business
merupakan hal dimana e-commerce termasuk didalamnya. Tidak hanya terkait dengan proses-proses eksternal yang dilakukannya, namun juga terkait proses internal berupa pengembangan produk, manajemen resiko, manajemen sumber daya dan lain-lain.

Apa saja Elemen-Elemen E-Bussiness??elemen-elemen e-bussiness antara lain:
  1. Employes

  2. Employes (tenaga kerja) terkait dengan sumber daya manusia yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, baik karyawan, tenaga ahli maupun tenaga teknis yang berhubungan degan teknik pelaksanaan bisnis dan e-business berbasis internet dan komputer.

  3. Customer
  4. Customer mengacu pada para pelanggan, yaitu konsumen suatu produk dan jasa dari bisnis yang dijalankan. Nilai utama yang harus diperoleh dari para pelanggan adalah kepuasan dan kepercayaan.

  5. Market segment
  6. Market segment yaitu suatu strategi dengan cara membagi-bagi pasaran yang luas dan majemuk dari suatu barang dan jasa kedalam sejumlah bagian kecil pasaran barang dan jasa yang spesifik sesuai dengan keinginan konsumen (customer needed)

  7. Business unit
  8. Busness unit merupakan struktur organisasi secara hirarki pada suatu organisasi atau perusahaan untuk mengontrol proses yang terjadi di suatu perusahaan, seperti bagian akuntansi, produksi, pemasaran dan lainnya yang secara struktur berada dibawah manajerial organisasi atau perusahaan bersangkutan
Persamaan E-Commerce dan E-Business
Baik e-commerce maupun e-business, keduanya memiliki 4 persamaan mendasar antara lain :
  1. Kesamaan proses
  2. kesamaan utama dalam e-commerce dan e-business adalah kesamaan proses, mencakup proses bisnis yang memanfaatkan teknologi komputer sebagai media bisnis
  3. Value chain
  4. Baik e-commerce maupun e-business sama-sama memiliki peran dalam value chain, hal ini diwujudkan dengan adanya modul-modul pendukung value chain pada aplikasi keduanya, seperti proses iklan, proses bisnis, pemasaran, penjualan dan stok baran
  5. Interaksi dengan konsumen
  6. Baik e-commerce maupun e-business sama-sama  memiliki interaksi dengan pelanggan melalui sistem, aplikasi, dan layanan yang disertakan pada aplikasi keduanya
  7. Interaksi dengan rekan bisnis dan supplier
  8. Baik e-commerce maupun e-business sama-sama memiliki interaksi dengan mitra kerja terkait dengan barang dan jasa yang ditawarkan secara online 
Perbedaan E-Commerce dan E-Business
  1. Perbedaan antara proses internal dan proses eksternal
  2. E-commerce mengacu pada semua proses yang dilakukan secara eksternal dari suatu bisnis online, sedangkan e-business bukan saja mengacu pada semua proses eksternal pada e-commerce namun juga proses internal pada bisnis yang tidak dimiliki e-commerce
  3. Perbedaan cakupan proses eksternal dan proses internal
  4. cakupan yang dikelola oleh e-commerce berupa sales, marketing, order, customer service dan supplier, sedangkan pada e-business meliputi proses produksi, stok, pengembangan produk dan riset, proses manajemen SDM, serta manajemen resiko dengan memanfaatkan teknologi informasi
  5. Perbedaan kompleksitas strategi
  6. Pada e-commerce dan e-business memiliki strategi bisnis, pemasaran serta strategi persaingan namun dari segi kompleksitas e-business lebih kompleks dikarenakan cakupan prosesnya yang lebih luas dibanding e-commerce
Kekurangan atau kelemahan dalm transaksi E-Commerce terdapat pada perlindungan konsumen dalam dunia. Apabila kelemahan tersebut tidak mendapat perlindungan akan berdampak pada :
  1. Bagi organisasi/perusahaan
    • keamanan siste rentan diserang
    • tedapat sejumlah laporan mengenai website dan basis data yang di hack dan berbagai kelemahan keamanan dalam software. Hal ini dialamioleh sejumlah perusahaan besar seperti Microsoft dan lembaga perbankan. Masalah keamanan ini menjadi sangat penting karena bila pihak lain yang tidak berwenang bisa menembus sistem maka dapat menghancurkan bisnis yang telah berjalan.
    • Persaingan tidak sehat
    • Tekanan untuk brinovasi dan membangun bisnis dengan memanfaatkan kesempatan yang ada dapat meicu terjadinya tindakan ilegal, yait penjiplakan ide dan perang harga
    • Masalah kompabilitas teknologi lama dengan yang lebih baru
    • Dengan perkembangan dan inovasi yang mehairkan teknoloi bar, sering muncl masalah sistem bisnis yang lama tidak dapat berkomunikasi dengan infrastruktur berbasis web dan internet. Hal ini memaksa perusahaan menjalankan dua sistem yang independen yang tidak dapat saling berbagi sehingga mengakibatkan pembengkakan biaya.
  2. Bagi konsumen
    • Perlunya keahlian komputer
    • Biaya tambahan untuk mengakses internet
    • Biaya peralatan komputer
    • Risiko bocornya privasi dan data pribadi
    • Berkurangnya waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain
    • Berkurangnya rasa kepercayaan karena konsumen berinteraksi hanya dengan komputer
  3. Bagi Masyarakat
    • Berkurangnya interaksi antarmanusia
    • Kesenjangan sosial
    • Adanya sumberdaya yang terbuang
    • Sulitnya mengatur internet
    • Sejumlah kriminalitas telah terjadi di internet dan bayak yang tidak terdeteksi. Jumlah jaringan yang terus berkembang semakin luas dan jumlah pengguna yang semakin banyak seringkali membuat pihak berwenang kesulitan dalam membuat peraturan untuk internet
Daftar Pustaka :
Sutabri, Tata. 2014. Pengantar Teknologi Informasi. Yogyakarta:AndiOffset

Senin, 18 April 2016

Digital Literacy

 Apa yang dimaksud dengan digital literacy???

Beberapa definisi dari digital literacy antara lain :
  1. Istilah literasi digital mulai popular sekitar tahun 2005 (Davis & Shaw, 2011)Literasi digital bermakna kemampuan untuk berhubungan dengan informasi hipertekstual dalam arti bacaan tak berurut berbantuan komputer. Istilah literasi digital pernah digunakan tahun 1980 an,(Davis & Shaw, 2011), secara umum bermakna kemampuan untuk berhubungan dengan informasi hipertekstual dalam arti membaca non-sekuensial atau non urutan berbantuan komputer (Bawden, 2001). Gilster (2007) kemudian memperluas konsep literasi digital sebagai kemampuan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital, dengan kata lain kemampuan untuk membaca, menulis dan berhubungan dengan informasi
    dengan menggunakan teknologi dan format yang ada pada masanya.
  2. Defenisi Digital Literacy Menurut University Of illinois Urbana Campaign (http://library.illinois.edu/digital/defenition.html), Digital literacy merupakan kemampuan yang (diharapkan) dimiliki oleh manusia untuk dapat menggunakan beragam teknologi digital (komputer), peralatan komunikasi dan jaringan komputer (hardware dan software), untuk dapat mempermudah didalam membuat, menempatkan, dan mengevaluasi informasi.
  3. Digital literacy merupakan kemampuan yang (diharapkan) dimiliki oleh manusia untuk dapat memahami dan menggunakan informasi (yang berasal dari beragam sumber) kedalam berbagai format file untuk kemudian disajikan, ditampilkan, ataupun direpresentasikan melalui internet dan perangkat komputer lainnya.
  4. Digital literacy merupakan kemampuan pribadi yang diharapkan dapat dimiliki oleh umat manusia, untuk dapat mengerjakan segala pekerjaan dengan efektif (pada lingkungan digital berbasis komputer dan teknologi lainnya, menghasilkan data, mengolah data menjadi informasi, memperoleh kemampuan dari teknologi yang digunakan serta ikut aktif didalam proses pengembangan teknologi-teknologi terkini.
Sehingga Digital Literacy Secara Umum dapat didefinisikan sebagai berikut : 
Digital literacy merupakan kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki oleh setiap umat manusia di abad teknologi informasi saat ini untuk dapat secara mudah, efektif, dan efisien (disertai dengan pemikiran yang kritis dan membangun) di dalam menggunakan teknologi-teknologi yang ada (dan juga diharapkan dapat turut serta untuk ikut membangun dan mengembangkan teknologi-teknologi tersebut. 

Bidang Utama Digital literacy antara lain:
Secara umum terdapat 3 bidang utama yang berperan di dalam digital literacy :
  1. Digital Literacy pada dunia kerja dan dunia wirasusaha (bisnis)

    • Beberapa skill yang dibutuhkan dunia kerja dan usaha saat ini :
    • Kemampuan dalam mengoperasikan komputer
    • Kemampuan teknis jaringan maupun programmer
    • Kemampuan non teknis namun juga memerlukan peranan komputer (desain grafis, animasi, dokumentasi, marketing online, percetakan dll)

  2. Digital literacy di dunia pendidikan
    • Peranan pendidikan dalam digital literacy meliputi sekolah dan perguruan tinggi dalam menyediakan tenaga-tenaga terampil dibidang digital literacy
    • Untuk memaksimalkan peranan pendidikan terhadap digital literacy, maka kurikulum pendidikan harus mengikuti standar pendidikan serta ditunjang dengan pengajar profesional dibidangnya
    • Upaya-upaya yang harus dilakukan untuk menunjang digital literacy di dunia pendidikan yaitu dengan mensosialisasikan pemanfaatan teknologi kepada masyarakat, serta pemanfaatan teknologi didalam kegiatan belajar mengajar baik disekolah maupun di perguruan tinggi.

  3. Digital literacy pada masyarakat 
    • Masyarakat digital akan mempermudah program pembagunan yang direncanakan oleh pemerintah seperti konsep e-goverment, smart city
    • Masyarakat digital turut berperan dalam mencetak individu-individu yang juga memiliki kemampuan digital literacy, hal ini disebabkan adanya pengaruh lingkungan tempat tinggal individu tersebut
    • Selain didalam kehidupan nyata, masyarakat digital di dunia maya (internet/online) juga memiliki peranan dalam perkembangan digital literacy di masyarakat, seperti terbentuk forum-forum online, milist, serta jaringan sosial yang turut memperangaruhi perkembangan digital literacy
Sertifikasi Terkait Digital Literacy

Banyak alasan untuk mendapatkan sertifikasi teknologi informasi, sertifikasi di bidang teknplogi informasi dan komunimasi (TIK) memberikan kredibilitas bagi pemegangnya. Sertifikasi teknologi informasi menunjukkan para profesional teknologi informasi memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dapat dibuktikan. Sertifikasi teknologi informasi juga memberikan keunggulan bersaing karena kemampuan dan pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi telah diuji dan didokumentasikan.

Siapakah yang Memerlukan Sertifikasi TI?
Beberapa bidang pekerjaan tertentu membutuhkan kualifikasi dan kompetensi. Mereka yang memerlukan sertifikasi TI antara lain :
  • Profesional TIK (operator, administrator, pengembang, teknisi, spesialis)
  • Akademisi TIK (mahasiswa, pelatih, penceramah, instruktur, guru/dosen)
  • Manajer dan supervisor TIK
  • Semua pihak yang terlibat  dalam pengembangan TIK
Berikut beberapa sertifikat IT berskala internasional yang dibutuhkan dunia kerja saat ini :
  1. Sertifikasi Cisco (CCNA, CCNP, CCIE)
  2. Salah satu sertifikasi IT yang cukup terkenal adalah sertifikasi Cisco. Sertfifikasi ini dikeluarkan oleh vendor teknologi jaringan komputer Cisco System. Sertifikasi Cisco menjadi bukti keahlian menangani jaringan komputer sesuai kualifikasi yang ditentukan oleh sertifikasi.
    Secara umum, sertifikasi Cisco terbagi menjadi 3 jenjang kualifikasi, yaitu Associate, Professional, dan Expert . Associate adalah jenjang awal seseorang SDM TI dalam menapaki karir sebagai teknisi jaringan komputer (network engineer) berbasiskan perangkat jaringan cisco system.
    Professional adalah tingkat lanjutan bagi seorang teknisi jaringan komputer dalam menguasai kehlian jaringan komputer. Expert adalah tingkatan paling tinggi dalam jenjang sertifikasi cisco yang menyatakan bahwa pemiliknya memiliki keahlian jaringan komputer dengan kualifikasi pakar.
  3. Sertifikasi Microsoft
  4. Sertifikasi Microsoft telah menjadi standar internasional dalam menilai kemampuan teknis TI. Standar ini dipakai sebgai acuan mengukur kemampuan calon staf, staf internal, dan para konsultan IT dalam hal implementasi solusi bisnis dapa organisasi mereka. Ada beberapa jenis sertifikasi Microsoft, yaitu :
    • MCP (Microsoft Certified Professional)
    • MCDST (Microsoft Certified Drsktop Support Technisian)
    • MCDSA (Microsoft Certified System Administrator)
    • MCDSE (Microsoft Certified System Engineer)
    • MCAD (Microsoft Certified Application Developer)
    • MCSD (Microsoft Certified Solution Developer)
    • MCDBA (Microsoft Certified Database Administrator)
  5. Sertifikasi Oracle
  6. Database Management System (DBMS), atau database, yang paling banyak digunakan oleh perusahaan besar adalah Oracle. Oracle mengeluarkan beberapa jenis DBA, yaitu :
    • OCA (Oracle Certified Associate)
    • OCP (Oracle Certfified Professional)
    • OCM (Oracle Certified Master)
    • Sertifikasi Sun Microsystems
    • Sun Microsystems, Inc. Adalah sebuah produsen semikonduktor dan perangkat lunak yang bermarkas di Santa Clara, California. Pabrik Sun terletak di Hillboro, Oregon dan Linlithgow, Skotlandia dan dibeli oleh Oracle Corporation pada 2010. Sebagai Industri yang diakui, sertifiasi Sun menunjukkan kita memiliki kompetensi, dedikasi, dan motivasi yang dihargai dalam bidang teknologi.
Dampak Global Digital Literacy 

Dampak Positif :
  • Perkembagan teknologi yang sangat pesat
  • Semakin berkembangnya layanan dan fasilitas berbasis internet
  • Memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi.
Dampak Negatif :
  • Pencurian data dan informasi rahasia terhadap suatu perusahaan, organisasi dan negara
  • Meningkatnya pelanggaran privacy seseorang
  • Meningkatnya penipuan secara digital
  • Pornografi, kekerasahan yang ditampilkan untuk konsumsi publik
Peran Masyarakat Terkait Digital Literacy

Dalam perkembangan teknologi informasi, dibutuhkan peran aktif dari semua masyarakat, bebrapa hal yang dilakukan masyarakat ikut serta dalam perkembangan digital, adalah:
  • Aktif dalam menulis artikel online (online sharing)
  • Menjadi tenaga pengajar dan peneliti
  • Ikut serta dalam relawan TIK
  • Menulis buku cetak maupun elektronik
  • Menciptakan berbagai aplikasi serta teknologi yang berguna bagi masyarakat



referensi :
Sutabri, Tata. 2014. Pengantar Teknologi Informasi. Yogyakarta : ANDI OFFSET
Lutfi, Salkin. 2016. Komputer dan Masyarakat.

Digital divide dan knowladge divide

 Pengertian The Digital Devide



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, senjang berarti dalam keadaan yang tidak simetris atau tidak sama bagian atau berlainan sekali. Sedangkan kesenjangan adalah perihal senjang atau ketidakseimbangan atau ketidaksimetrisan (KBBI, 19912).

Sedangkan menurut Kamus Komputer dan Teknologi Informasi digital divide yaitu istilah yang digunakan untuk menerangkan jurang perbedaan antara mereka yang mempunyai kemampuan dalam hal akses, dan pengetahuan dalam penggunaan teknologi modern,dengan mereka yang tidak berpeluang menikmati teknologi tersebut.

Menurut Direktorat Pemberdayaan Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika, digital divide mempunyai arti sebagai kesenjangan (gap) antara individu, rumah tangga, bisnis, (atau kelompok masyarakat) dan area geografis pada tingkat sosial ekonomi yang berbeda dalam hal kesempatan atas akses teknologi informasi dan komunikasi/TIK (information and communication technologies/ ICT) atau telematika dan penggunaan internet untuk beragam aktivitas. Dengan kata lain, digital divide atau “kesenjangan digital” sebenarnya mencerminkan beragam kesenjangan dalam pemanfaatan telematika dan akibat perbedaan pemanfaatannya dalam suatu negara dan/atau antar Negara.

Menurut Yayan Sopyan, berbicara mengenai kesenjangan digital berarti berbicara mengenai gap antara kelompok masyarakat yang bisa menikmati teknologi digital -sebagai alat untuk bekerja, berkreasi, berkreativitas, dan lain sebagainya- dan menikmati keuntungan-keuntungan yang diberikan oleh teknologi digital, dan kelompok masyarakat yang sama sekali tidak mencicipi itu. Itulah yang disebut kesenjangan digital.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa digital divide atau kesenjangan digital merupakan sebuah bentuk dan kondisi kesenjangan (gap) diantara masyarakat yang memiliki akses secara fisik kedalam teknologi-teknologi digital, dengan masyarakat yang tidak memiliki akses sama sekali maupun akses yang terbatas kedalam teknologi-teknologi digital tersebut.


Penyebab Terjadinya Digital Divide antara lain:
  • Infrastruktur :
    Masalah kesenjangan digital (digital divide) di Indonesia sebenarnya banyak dipengaruhi oleh tidak meratanya pembangunan infrastruktur jaringan komunikasi dan regulasi di berbagai daerah. Adanya perbedaan pola hidup antara masyarakat perkotaan dan pedesaan di daerah-daerah yang sudah maju. Masyarakat perkotaan di daerah yang sudah maju mempunyai kemampuan dan wawasan yang lebih tinggi akan teknologi informasi dibandingkan masyarakat perkotaan yang hidup di daerah kurang maju. Demikian pula, masyarakat pedesaan di daerah yang sudah maju, mereka akan mempunyai pengetahuan yang sedikit lebih tinggi untuk mengenal teknologi informasi dibanding masyarakat pedesaan di daerah yang kurang maju (bahkan tidak terjangkau jaringan komunikasi sama sekali). Contoh mudah mengenai kesenjangan infrastruktur ini yaitu orang yang memiliki akses ke komputer bisa bekerja dengan cepat. Ia bisa menulis lebih cepat dibandingkan mereka yang masih menggunakan mesin ketik manual. Contoh yang lain, orang yang mempunyai akses ke komputer internet, otomatis mempunyai wawasan yang lebih luas di bandingkan mereka yang sama sekali tidak punya akses ke informasi di Internet yang serba luas.

  • Kekurangan skill (SDM) :
    Kekurangan skill SDM disini bisa dikatakan sebagai minat dan kemampuan dari seseorang untuk menggunakan sarana digital. Masih banyak masyarakat yang merasa gugup, takut sehingga enggan menggunakan sarana digital seperti komputer atau laptop. 
  • Kekurangan isi / materi berbahasa Indonesia :
    Konten berbahasa Indonesia menentukan bisa tidaknya seorang dapat mengerti mengakses internet, di Indonesia terutama kota-kota tingkat pendidikan sudah lebih tinggi. Jadi, sedikit banyak sudah mengerti bahasa Inggris. Sedangkan yang di desa, seperti petani-petani, mereka masih sangat kurang dalam menggunakan bahasa asing (Inggris). 
  • Kurangnya pemanfaatan akan internet itu sendiri:
    Berbicara mengenai kesenjangan digital, bukanlah semata-mata persoalan infrastuktur. Banyak orang memiliki komputer, bahkan setiap hari, setiap jam- bisa mengakses Internet tetapi "tidak menghasilkan apapun". Misal, ada seorang remaja punya akses ke komputer dan Internet. Tapi yang dia lakukan hanya Chatting yang biasa-biasa saja. Tentu saja, ia tidak bisa menikmati keuntungan-keuntungan yang diberikan oleh teknologi digital. Itu artinya, kesenjangan digital tidak hanya bisa dijawab dengan penyediaan infrastruktur saja. Infrastruktur tentu dibutuhkan tetapi persoalannya adalah ketika orang punya komputer dan bisa mengakses Internet, pertanyaan berikutnya adalah, "apa yang mau diakses? Apa yang mau dia kerjakan dengan peralatan itu, dengan keunggulan-keunggulan teknologi itu.
 Kemudian, apa dampaknya jika terjadi digital divide di masyarakat?

Digital Divide menimbulkan sejumlah dampak buruk dimasyarakat secara umum, salah satunya adalah digital inequality (ketidaksetaraan digital), secara umum inequality digital di kelompokan atas 4 hal sbb:
  1. Teknis (Teknical)
  2. Secara teknis tidak merata akses internet (bandwith) disuatu daerah akan menghambat masyarakat dalam memperoleh pengetahuan dan informasi sehingga berujung pada ketidak mampuan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi.
  3. Otonomi (Autonomy)
  4. Otonomi terkait kebijakan pemerintah, apabila pemerintah suatu daerah tidak peduli terhadap ketidak merataan pemanfaatan teknologi di masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang mengalami inequality digital, sehingga akibatnya berdapak buruk terhadap adanya persaingan digital di era 
  5. Keterampilan (Skill)
  6. Hal ini terkait ketidak merataan kesempatan setiap masyarakat untuk berbagi pengetahuan, mengakses informasi, dan melakukan penelitian, sehingga akibatnya semakin rendah keterampilan individu masyarakat dalam pemanfaatan teknologi sehingga berdampak buruk pada persaingan digital di masyarakat
  7. Tujuan (Purpose)
  8. Tujuan ini berkaitan dengan tujuan individu-individu di masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi, sehingga perlu di arahkan oleh berbagai pihak, agar pemanfaatan teknologi menjadi maksimal
kemudian apa itu Knowladge Divide..?

Knowladge Divide secara harfiah di defenisikan sebagai kesenjangan pengetahuan (bentuk kesenjangan di dalam memperoleh dan berbagi pengetahuan).

Kesenjangan pengetahuan dan berbagi pengetahuan dimasyarakat merupakan kesejangan hidup masyarakat dalam kemudahan akses internet, pegetahuan, serta memperoleh manfaat pengetahuan serta infomasi.


Knowladge devide memberikan dampak buruk bagi masyarakat dan negara, yang berdampak pada persaingan pengetahuan serta skill masyarakat di era globalisasi.


Pada skala individu akan tersisih dalam persaingan global, sementara pada skala negara akan menjadi negara terbelakang.


Apa Hubungan antara digital divide dengan knowledge divide??

Digital divide merupakan kondisi terjadinya kesenjangan digital secara individu maupun masyarakat secara umum dalam memperoleh akses dan layanan berbasis digital, sehingga memicu terjadinya digital inequality dan knowledge divide. Pada banyak literatur, banyak disebutkan istilah digital divide yang dibarengi dengan digital inequality dan knowledge divide, karena ketiga istilah ini saling berhubungan, sehingga apabila dilakukan penghapusan terhadap digital divide maka dengan sendirinya permasalahan digital inequality dan knowledge divide juga ikut terselesaikan. 

Solusi Mengurangi Digital Divide dan Knowledge Divide??


  1. Langkah yang terbaik untuk mengurangi kesenjangan digital adalah menyiapkan masyarakat untuk bisa menangani, menerima, menilai , memutuskan dan memilih informasi yang tersedia. Penyiapan kondisi psikologis bagi masyarakat yang menerima, menilai, memutuskan dan memilih informasi bagi diri merka sendiri akan lebih efektif dan mendewasakan masyarakat untuk bisa mengelola informasi dengan baik. Dengan kemajuan teknologi informasi seseorang atau masyarakat mendapatkan kemudahan akses untuk menggunakan dan memperoleh informasi. Misalnya dengan mengadakan penyuluhan ke sekolah – sekolah tentang penggunaan internet
  2. Pembangunan fasilitas telekomunikasi antara kota dan desa, sehingga setiap masyarakat baik yang tinggal di desa maupun di kota yang ingin mengakses informasi dapat tercapai dengan tersedianya fasilitas telekomunikasi yang memadai. Pendirian Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam mengurangi digital divide. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan Wartel dan Warnet, yang dikaitkan dengan upaya memperluas jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan e-commerce bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi Masyarakat (BIM) sesuai dengan konsep Community Tele Center (CTC) yang dinilai masyarakat dunia sebagai salah satu cara yang patut dikembangkan untuk mengatasi digital divide. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh Wartel dan Warnet, pemerintah akan mengembangkan berbagai program serta insentif agar BIM atau CTC dapat tumbuh dan berkembang juga di daerah tersebut.
  3. Indonesia perlu menyambut komitmen dan inisiatif berbagai lembaga internasional, kelompok negara, atau negara-negara lain secara sendiri-sendiri dalam meningkatkan kerja sama yang lebih erat dalam penyediaan sumber daya pembiayaan, dukungan teknis, dan sumber daya lain untuk membantu Indonesia sebagai negara berkembang mengatasi digital divide.
  4. Kerjasama antara pemerintah dengan sektor swasta
    Dibutuhkan kerjasama antara pihak pemerintah dan sector swasta dalam mengurangi kesenjangan digital. Keterlibatan sektor swasta tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga mengurangi beban berat anggaran pemerintah sehingga pemerintah dapat berkonsentrasi pada bidang-bidang yang lebih membutuhkan perhatian sedangkan peran pemerintah adalah untuk menyediakan prasyarat-prasyarat agar sektor TIK dapat berkembang dengan baik.
  5. Pada kenyataannya, dalam kondisi pasar yang sangat efisien pun banyak kelompok sosial dan wilayah di Indonesia yang tidak terjangkau oleh jaringan informasi komersial. tanpa berbagai bentuk intervensi, ancaman digital divide antara daerah perkotaan dan daerah pedesaan serta antara “yang mempunyai” dan “yang tidak mempunyai” akses ke jaringan informasi, akan semakin nyata. Untuk mengatasi kendala tersebut pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus mengembangkan pola kemitraan dan kerjasama dengan sektor swasta untuk memaksimalkan pendayagunaan jaringan dunia usaha nasional yang tersebar di seluruh wilayah negara, serta menerapkan berbagai kebijakan yang secara langsung atau tidak langsung dapat mengatasi kesenjangan antara kepentingan ekonomi dengan kepentingan menyediakan pelayanan yang layak bagi semua masyarakat.
  6. Pemerintah dengan ini menyatakan komitmen untuk melaksanakan kebijakan serta melakukan langkah-langkah dalam bentuk program aksi yang dapat secara nyata mengatasi digital divide
  7. Peningkatan kemampuan dalam bahasa Inggris
    Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris karena materi di Internet hampir semuanya dalam bahasa Inggris merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kesenjangan digital. Selain itudapat juga dilakukan dengan memperbanyak materi dalam bahasa Indonesia.
  8. Mengikutserkanan peranan mahasiswa jurusan informatika
    Karena mahasiswa dalam kegiatan sehari-hari  selalu terlibat dan melibatkan diri dalam urusan teknologi informasi oleh sebab itu transformasi pengetahuan IT sangat mudah di lakukan karena berdasarkan pengalaman dan mobilitas yang tinggi dan fleksibel. Asumsi tersebut dapat juga digunakan sebagai salah satu langkah yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi digital divide di Indonesia.Dalam mengatasi kesenjangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai tahap dan metode pembelajaran. Pertama, diawali dengan sosialisasi dan pengenalan yang mendasar tentang pentingnya masyarakat informasi agar dapat bersaing dengan dunia global. Kedua, perlunya pelatihan dan pembelajaran secara bertahap sesuai dengan kemampuan sumber daya dan prasarana yang dimiliki setiap individu masyarakat. Ketiga, menanamkan pola pikir masyarakat akan pentingnya media informasi untuk meningkatkan produktivitas kerja di berbagai aspek kehidupan. Untuk itu, sudah saatnya peran mahasiswa teknologi informasi dibantu oleh pemerintah dan masyarakat digalakkan di berbagai pendidikan tinggi Indonesia untuk menghadapi masalah kesenjangan digital yang terlalu renggang, sehingga kelak mimpi Indonesia mewujudkan masyarakat informasi benar-benar bisa dirasakan setiap lapisan masyarakat di mana pun mereka tinggal.
  9. Sosialisasi baca tulis dan digitalisasi ke masyarakat
  10. Meningkatkan semengat untuk belajar dan berbagi di masyarakat

source:
https://irmapanjaitan16.wordpress.com/2014/04/07/mempersempit-digital-divide-di-indonesia/
Rahardjo, Budi ,2003, Bridging the Digital Divide, Jakarta

Minggu, 17 April 2016

Komputer dan Masyarakat

Sebelum kita mempelajari lebih lanjut mengenai komputer dan masyarakat, mari kita cari tahu dulu mengenai definisi dari Komputer dan masyarakat itu sendiri. Definisi komputer sudah dibahas pada pertemuan sebelumnya.

Beberapa pengertian Masyarakat menurut para ahli adalah sebagai berikut:
  1.  Pengertian masyarakat adalah sejumlah besar orang yang tinggal dalam wilayah yang sama, relatif independen dan orang orang di luar wilayah itu, dan memiliki budaya yang relatif sama. (Richard T. Schaefer dan Robert P. Lamm, 1998).
  2.  Definisi Masyarakat adalah orang orang yang berinteraksi dalam sebuah wilayah tertentu dan memiliki budaya bersama. (John J. Macionis, 1997).
  3. Pengertian masyarakat adalah sekelompok individu yang memiliki kepentingan bersama dan memiliki budaya serta lembaga yang khas. Masyarakat juga bisa dipahami sebagai sekelompok orang yang terorganisasi karena memiliki tujuan bersama. (Wikipedia) 
  4. Adam smith menulis bahwa sebuah masyarakat dapat terdiri dari berbagai jenis manusia yang berbeda, yang memiliki fungsi yang berbeda (as among different merchants), yang terbentuk dan dilihat hanya dari segi fungsi bukan dari rasa suka maupun cinta dan sejenisnya, dan hanya rasa untuk saling menjaga agar tidak saling menyakiti "may subsist among different men, as among different merchants, from a sense of its utility without any mutual love or affection, if only they refrain from doing injury to each other."
  5. Pengertian Masyarakat Menurut An-Nabhani bahwa masyarakat adalah sekelompok individu seperti manusia yang memiliki pemikiran perasaan, serta sistem/aturan yang sama, dan terjadi interaksi antara sesama karena kesamaan tersebut untuk kebaikan masyarakat itu sendiri dan warga masyarakat.
  6. Pengertian masyarakat menurut Linton adalah sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga dapat terbentu organisasi yang mengatur setiap individu dalam masyarakat tersebut dan membuat setiap individu dalam masyarakat dapat mengatur diri sendiri dan berpikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batasan tertentu.
  7. Menurut M,J. Heskovits, masyarakat adalah sebuah kelompok individu yang mengatur, mengorganisasikan, dan mengikuti suatu cara hidup (the way life) tertentu.
  8. Menurut S.R. Steinmentz, masyarakat didefinisikan sebagai kelompok manusia yang terbesar meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil yang mempunyai perhubungan erat dan teratur
  9. J.L Gillin mengartikan masyarakat sebagai sebuah kelompok manusia yang tersebar yang memiliki kebiasaan (habit), tradisi (tradition), sikap (attitude) dan perasaan persatuan yang sama.
  10. Menurut Mack Ever, arti Masyarakat sebagai  suatu sistem dari cara kerja dan prosedur, otoritas dan saling bantu-membantu yang meliputi kelompok-kelompok dan pembagian-pembagian sosial, sistem pengawasan tingkah laku manusia dan kebebasan. Sistem yang kompleks dan selalu berubah dari relasi sosial.
  11. Selo Soemardjan memberikan pengertian masyarakat sebagai orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
  12. Bapak Komunis, Karl Marx, memberikan definisi masyarakat sebagai suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis
  13. Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang selalu berubah-ubah, dimana proses di dalamnya mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan tersebut (Hasan Sadily)
  14. Masyarakat merupakan organisasi yang terdiri atas manusia-manusia didalamnya, yang saling berhubungan satu sama lain (Horton) 
  15. Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang hidup bersama  dan bekerja sama untuk mencapai keinginan bersama (Harold Laski) 
Syarat terbentuknya masyarakat
Untuk dapat disebut masyarakat, maka harus memenuhi 5 syarat :
  1. Setiap individu didalam masyarakat tersebut harus saling membutuhkan satu sama, saling memerlukan, dan saling menolong
  2.  Di dalam kelompok masyarakat terdapat struktur yang jelas, struktur meliputi pemeritah dan tingkatan dalam interaksi antar individu
  3. Setiap individu dari masyarakat harus memiliki rasa kepedulian sebagai bagian dari kelompoknya.
  4. Terdapat pola perilaku yang ditaati bersama oleh sema individu didalam kelompok
  5. Terdapat satu atau beberapa hal yang menjadi milik bersama dan rasa memiliki bersama.
Dalam hidup bermasyarakat harus mengetahui dan melaksanakan etika dalam masyarakat, sehingga terwujud masyarakat yang harmonis, Etika dalam masyarakat meliputi 5  etika, antara lain sebagai berikut :
  1. Etika berpakaian : berkaitan dengan etika bagaimana berpakaian di tempat umum, berpakaian saat menghadiri acara formal dll.
  2. Etika komputer : berkaitan dengan etika dalam menuliskan opini, baik melalui email, forum dll
  3. Etika pribadi : berkaitan dengan cara bagaimana individu atau kelompok dalam masyarakat berinteraksi dengan individu maupun kelompok lain.
  4. Etika moral : berkaitan dengan bagaimana seorag individu menjaga moral pribadi dan keluarganya.
  5. Etika berbicara : berkaitan dengan etika dalam berbicara yang sopan, dengan menggunakan bahasa yang halus, baik kepada yang lebih tua maupun kepada yang lebih muda

Selain mematuhi etika dalam masyarakat, harus mematuhi juga hukum dalam masyarakat, antara lain :
  1. Hukum Adat : merupakan hukum yang dibuat oleh adat suatu suku atau daerah di suatu tempat, yang diikuti dan ditaati oleh masyarakat adat setempat
  2. Hukum agama : hukum agama merupakan hukum yang berkiblat kepada ajaran agama masing-masing, yang dipegang teguh oleh setiap warga masyarakat

  3. Hukum negara : hukum yang bersumber dari undang-undang (UU), maupun undang undang dasar (UUD) yang disusun, dan disahkan oleh pemerintah suatu negara.
     
Hubungan Komputer dan Manusia
Telah membentuk interaksi komputer dan manusia, dalam berbagai bidang manusia, diantaranya :
  • Pemanfaatan teknologi dibidang sekolah dan perguruan tinggi
  • Peningkatan kualitas dan kuantitas layanan publik pemerintah
  • Peningkatan produksi dan pemasukan dari suatu industri dengan adanya komputer
Interaksi manusia dan komputer di jembatani oleh interface aplikasi dan sistem operasi, sehingga terdapat 4 pertimbangan dalam proses pembuatannya :

  • Pertimbangan kemudahan dalam penggunaan
  • Pertimbangan menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna
  • Pertimbangan menyesuaikan dengan usia pengguna
  • Pertimbangan menyesuaikan dengan kondisi pengguna

Pengaruh positif komputer terhadap masyarakat
antara lain :

  1. Menghapus digital defide (kesenjangan digital) dan knowladge defide (kesenjangan pengetahuan) antara masyarakat perkotaan besar dan masyarakat pedesaan dan pelosok.
  2. Meningkatkan digital literacy masyarakat atau kemampuan menggunakan computer dan teknologi informasi, bahkan saat ini pengaruh digital literacy telah sangat diperlukan di segala bidang dunia usaha
Pada zaman modern ini semakin banyak komputer canggih dibuat untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah dengan mudah dan cepat. Komputer digunakan secara meluas dalam berbagai aktivitas di kehidupan manusia seperti :
Hubungan internet dan pemerintah
  1. Penyediaan website pemerintah pusat maupun daerah, sehingga masyarakat dapat mengakses secara langsung informasi yang terkait dan dibutuhkan
  2. Implementasi smart city pada suatu daerah atau kota dengan memanfaatkan teknologi komputer, internet, dan teknologi informasi.
  3. Penerapan egoverment (pemerntahan) dan egovernance (tata kelola)
  4. Pemanfaatan teknologi komputer dan internet dalam memaksimalkan dan peningkatan kualitas layanan publik
Hubungan internet dan Pendidikan
  1. Penyediaan website sebagai sarana informasi dunia pendidikan
  2. Penyediaan sistem informasi untuk mendukung proses pembelajaran
  3. Penyediaan sistem informasi dalam pendataan serta penerimaan siswa atau mahasiswa baru
  4. Penyediaan teleconference dalam bentuk video conference ataupun audio conference dalam proses belajar mengajar secara jarak jauh
Hubungan internet dan Ekonomi
  1. Penerapan aplikasi kasir maupun inventori dalam dunia usaha yang semakin aktif
  2. Pemanfaatan internet dalam mempromosi produk dengan memasang iklan dengan memanfaatkan SEO (Search Engine Optimization)
  3. Pemanfaatan internet dalam proses jual beli secara online melalui berbagai layanan ecommerce
Selain banyak dampak positif komputer terhadap masyarakat, ada juga dampak negatifnya, antara lain:
  1. Ada perasaan takut bahwa manusia akan menjadi budak dari mesin yang diciptakannya
  2. Perasaan takut akan kehilangan pekerjaan karena telah diambil alih dengan alasan biaya, kecepatan kerja dan ketelitian
  3. Data-data penting yang disimpan dalam komputer mempunyai resiko tinggi dirusak atau diambil oleh hacker walupun sudah menggunakan sandi kunci atau password








Sabtu, 16 April 2016

Mobile Computing

 Apa itu Mobile Computing?

Mobile computing didefenisikan sebagai sebuah teknologi dalam bentuk hardware, software, dan embedded system yang memungkinkan pengguna mengakses data dimanapun dan kapanpun berbasis internet maupun jaringan lainnya dalam bentuk wireless network. Mobile computing lahir sebagai akibat dari perkembangan teknologi hardware, software, serta jaringan komputer.

Elemen yang mempengaruhi perkembangan mobile computing antara lain :
  1. Program Managemen, Unsur utama program managemen
    • Data management : berhubungan dengan pengolahan data, dan manipulasi data, seperti input, edit, delete, dan view data pada mobile computing
    • Nework access : berhubungan dengan segala akses jaringan
    • Integrated workplace : berhubungan dengan desain untuk memudahkan dalam integrasi dengan ruang kerja
    • Security : terkait dengan keamanan perangkat
    • Service : layanan yang dapat digunakan oleh pengguna melalui layanan internet
    • Device management : ciri khas perangkat mobile untuk masing-masing vendor
    • Application lifecycle : lifecycle (daur hidup perangkat lunak) dengan menyediakan update untuk perbaikan terhadap perangkat lunak

  2. IT Strategi,  IT strategi yang dilakukan oleh vendor mobile computing
    • Untuk meringankan beban calon konsumen, maka pihak vendor menyediakan variasi produk dan harga sehingga konsumen dapat menyesuaikan dengan kemampuan ekonominya
    • Pihak vendor juga menyertakan sejumlah standarisasi keamanan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan dari segi aplikasi, sistem operasi, hingga kebijakan
    • Pihak vendor maupun pihak ketiga menyediakan beragam aplikasi dengan kategori, serta spesifikasi hingga kisaran harga tertentu
    • Operating sistem di desain dengan interface yang menarik serta kemudahan dalam mengoperasikannya
     
  3. Proses Transformation, proses ini terdiri dari :
    • Process transformation merupakan transformasi dari sejumlah proses yang terjadi di mobile computing, proses dalam pengembangan perangkat lunak (aplikasi dan sistem operasi), proses pembuatan produk, proses perakitan, serta prose pemasaran produk
    • Process transformation juga mencakup transformasi pada bidang lainnya, seperti lifecycle sistem operasi, serta pengembangan perangkat keras menyesuaikan dengan kebutuhan zaman

  4. Business Strategy 
    • Dengan business strategi maka para vendor bersaing dalam strategi pemasaran serta inovasi-inovasi baru secara sehat
    • Bagi konsumen dengan adanya persaingan vendor dalam pengembangan mobile computing, maka memudahkan konsumen dalam memilih vendor mana yang sesuai dengan kebutuhan
    • Dengan kepuasan konsumen terhadap vendor tertentu maka, konsumen dapat menjadi pelanggan tetap suatu vendor, bahkan memberikan rekomendasi (promosi) terhadap masyarakat lain

  5. Analytic and Business Intelligence
    • Didalam mobile computing diperlukan adanya analisis dan kecerdasan bidang bisnis. Sehingga para vendor mobile computing dapat menerapkan kecerdasan dalam bisnis, dengan suber data serta analisis yang tepat dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan mobile computing

  6. Change Management
    • Change managemen atau manajemen perubahan berfungsi untuk melakukan manajemen terhadap dampak dari adanya perubahan-perubahan yang terjadi dimasyarakat terkait dengan bisnis dan layanan yang dijalankan oleh sebuah perusahaan

  7. Social Media
    • Hubungan antara mobile computing dan sosial media akan membentuk layanan dan produk bernama mobile social computing. Pada mobile computing, pengguna dapat menggunakan layanan dan fasilitas dari berbagai media sosial secara cepat dan mudah melalui perangkat mobile
Faktor – faktor yang membatasi penggunaan mobile computing antara lain :

  1. Bandwidth jaringan internet masih relatif mahal
  2. Konsumsi daya listrik yang boros sehingga perlu penerapan green computing
  3. Signal mobile belum menjangkau seluruh daerah

Sejarah Perkembangan Komputer

Perkembangan komputer hingga saat ini mengalami perkembangan yang signifikan, perkembangan komputer secara garis besar dikelompokan menjadi 6 generasi perkembangan komputer, setiap generasi memiliki ciri khas masing-masing dan terdapat perbaikan disetiap generasi.

Generasi pertama (1941 - 1952)
Ciri khas yang dimiliki generasi pertama, antara lain :

  1. Instruksi – instruksi yang ditulis untuk komputer generasi pertama dibuat secara khusus untuk fungsi/tugas tertentu saja (spesifik)
  2. Ukuran komputer sangat besar karena pada zaman itu masih memakai vacum tube, sehingga memerlukan ruangan yang sangat luas
  3. Boros energi listrik dengan kecepatan komputasi yang sangat rendah
  4. Kode mesin yang rumit dan sulit dipahami menjadikan hanya beberapa orang saja yang dapat mengoperasikan komputer di zaman itu
  5. Belum mengenal adanya sistem operasi dan bahasa pemrograman
contoh : ENIAC

  • komputer elektronik pertama di dunia pada tahun 1946
  • terdiri dari 18.000 tabung hampa
  • Berat komputer 30 ton


Generasi II (1952/1956 - 1958)
Ciri khas yang dimiliki generasi kedua, antara lain :

  1. Secara fisik generasi kedua lebih kecil dibandingkan komputer generasi pertama, hal ini ditandai dengan ditemukan transistor ditahun 1956
  2. Komputer generasi kedua mulai relatif lebih hemat energi, lebih handal, dan relatif lebih cepat performa serta komputasinya
  3. Komputer generasi kedua masih terbatas untuk super komputer saja, sehingga hanya kalangan tertentu saja yang memiliki dan menggunakan komputer
  4. Pada generasi kedua mulai lahir bahasa pemrograman Common Busness Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN)
contoh : IBM 7030

Generasi III (1958 - 1970)

Ciri khas yang dimiliki generasi ketiga, antara lain :

  1. Pada generasi ketiga mulai ditemukan Integrated Circulator (IC) yang menggantikan fungsi dari transistor
  2. Dibidang perangkat lunak, sistem operasi berbasis kernel mulai diciptakan untuk komputer
  3. Sistem operasi pada generasi ketiga telah mampu menjalankan beberapa tugas sekaligus (multi tasking) dan mampu melakukan monitoring terhadap memori yang digunakan. 
Contoh: IBM 360

Generasi IV (1970 - 1980)
Ciri khas yang dimiliki generasi keempat, antara lain :

  1. Ukuran komputer generasi keempat makin kecil dengan performa yang makin baik
  2. Diawal era ini diciptakan Large Scale Integration (LSI), dan ditahun 1980  diciptakan Very Large Scale Intergration (VLSC), dan dilanjutkan dengan Ultra Large Sclae Itegration (ULSI).
  3. Pada generasi ini harga komputer semakin terjangkau sehigga pemanfaatan komputer untuk pribadi makin meningkat
  4. Pada generasi ini sistem operasi telah menggunakan Graphic User Interface (GUI) dan interface yang memudahkan pengguna (user friendly)
Generasi V (1980 – saat ini)
Ciri khas yang dimiliki generasi kelima, antara lain :

  1. Implimentasi kecerdasan buatan (Artificial inteligence) pada komputer, sehingga mampu melakukan analisis, penentu keputusan, menyajikan virtualisasi 2D dan 3D.
  2. Lahirnya berbagai teknologi seperti cloud computing, smart city, speech recognition, face recognitioin, dan masih banyak teknologi lainnya yang membuktikan kejaan teknologi generasi kelima
  3. Superkonduktor yang lebih andal, dan unit pemrosesan yang jauh lebih banyak, dan juga ukuran yang sangat kecil (nano computer)
Generasi VI (Masa depan)

Ciri khas yang dimiliki generasi keenam, antara lain :

  1. Memiliki kecerdasan menyerupai manusia (Artificial Intelligence) dalam bentuk sistem operasi, aplikasi, perangkat keras serta embedded sistem
  2. Lebih canggih dibanding komputer-komputer masa sebelumnya (komputer mampu melakukan perintah kepada dirinya sendiri dan menjalankan perintah dengan baik tanpa banyak campur tangan manusia melalui code program
  3. Memiliki bentuk fisik yang lebih beragam dan lebih kecil. Seperti respberry pi yang menjadi cikal bakal komputer mini.










DEFINISI KOMPUTER


Apakah pengertian komputer itu? Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda untuk setiap orang yang berbeda. Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin yaitu computare yang berarti menghitung (to compute atau to rechon). 

Tujuan awalnya komputer diciptakan yaitu untuk membantu manusia dalam proses perhitungan yang bersifat matematis. Perhitungan yang dilakukan oleh komputer tidak hanya perhitungan yang mudah, namun juga perhitungan yang memerlukan sumberdaya yang besar.

Berikut ini beberapa definisi atau pengertian komputer yang disajikan oleh beberapa buku komputer, antara lain :

Menurut buku Computer Annual (Robert H. Blissmer, 1985): Komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan berapa tugas sebagai berikut:
– Menerima input.
– Memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan,
– Menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan,
– Menyediakan output dalam bentuk informasi.

Menurut buku Computer Today (Donald H. Sanders, 1989):
Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori (stored program).

Menurut buku Computer Organization O.C, Hamacher, Z.G. Vranesic, S.G. Zaky):
Pengertian Komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dapat menerima informasi input digital, memprosesnya sesual dengan suatu program yang tersimpan di memorinya (stored program) dan menghasilkan output informasi.

Menurut buku Introduction To The Computer, The Tool Of Business (William M. Fuori):
Pengertian Komputer adalah suatu pemroses data (data processor) yang dapat melakukan perhitungan yang besar dan cepat, termasuk perhitungan arithmatika yang besar atau operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia yang mengoperasikan selama pemrosesan (definisi ini diambilkan dari American National Standard Institute dan sudah didiskusilan serta sudah disetujui dalam suatu pertemuan International Organization For Standardization Tehnical Committe).

Dari beberapa definisi yang tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa komputer adalah :

  1. Alat elektronik,
  2. Dapat menerima input data,
  3. Dapat mengolah data,
  4. Dapat memberikan informasi (output data),
  5. Menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer (stored program),
  6. Dapat menyimpan program dan hasil pengolahan,
  7. Bekerja otomatis, cepat, dapat bekerja dalam  skala besar.
      
Referensi : buku pengenalan komputer, Jogiyanti. H. M